Daur Air : Hidrologi Pendek, Proses, Penjelasan Dan Panjang

Diposting pada

PelajaranIPS.Co.Id – Air merupakan kebutuhan vital bagi semua makhluk hidup.

Tak ada makhluk hidup yang mampu bertahan hidup tanpa adanya air. Air terdapat secara melimpah di laut, tetapi ketersediaannya relatif terbatas di daratan.

Daur Air

Bagi tumbuhan, air merupakan salah satu faktor penting untuk fotosintesis, perkecambahan dan pertumbuhan, serta sarana transportasi zat.

Daur Air

Bagi hewan dan manusia, air merupakan faktor penting dalam melaksanakan transportasi zat. Daur air disebut juga daur hidrologi.

Secara garis besar daur hidrologi dibedakan menjadi tiga macam, yaitu daur hidrologi pendek, daur hidrologi sedang, dan daur hidrologi panjang.

  • Daur Hidrologi Pendek

Air laut menguap, uap air naik ke udara lalu bersatu menjadi awan. Pada ketinggian tertentu awan mengalami kondensasi dan presipitasi menjadi titik – titik air, kemudian turun sebagai hujan.

Pada daur hidrologi pendek ini terbentuknya awan dan hujan terjadi di atas laut, jadi hujan tidak mencapai daratan.

  • Daur Hidrologi Sedang

Air laut menguap, uap air naik ke udara dan terbawa angin sampai di atas daratan membentuk awan.

Pada ketinggian tertentu awan mengalami kondensasi dan presipitasi membentuk titik – titik air, lalu turun sebagai hujan di daratan.

Sebagian air meresap ke dalam tanah, sebagian lain kembali ke laut melalui sungai.

  • Daur Hidrologi Panjang

Daur Hidrologi Panjang

Uap air yang berasal dari penguapan air laut, kolam, danau, sungai maupun hasil transpirasi tumbuhan naik ke udara, lalu bersatu menjadi awan.

Awan terbawa oleh angin ke arah daratan dan pada jarak tertentu terhalang oleh pegunungan.

Akhirnya awan mengalami kondensasi dan presipitasi menjadi titik – titik air dan turun sebagai hujan di atas pegunungan.

Baca Juga :  Eubacteria

Air hujan meresap ke tanah di pegunungan, lalu diserap oleh tumbuhan di pegunungan, sebagian muncul sebagai mata air. Melalui sungai air mengalir kembali lagi ke laut.

Komponen – komponen ekosistem memiliki manfaat yang sangat besar bagi manusia dan makhluk hidup lain, di antaranya sebagai berikut.

  • Sebagai sumber bahan makanan bagi makhluk hidup lain.

Misalnya produsen menyediakan bahan makanan bagi konsumen primer (herbivora), konsumen primer menyediakan makanan bagi konsumen sekunder (karnivora), dan seterusnya.

  • Berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem yang dinamis.

Contohnya keberadaan harimau (karnivora) di suatu padang rumput untuk mencegah terjadinya ledakan populasi herbivora di wilayah tersebut, agar ketersediaan rumput selalu terjaga.

Kehadiran predator dan parasitoid ikut mengontrol populasi hama agar tidak menimbulkan kerugian yang lebih besar.

  • Menjamin tetap berlangsungnya daur ulang sampah organik di ekosistem.

Contohnya jamur dan bakteri pengurai berperan menguraikan sampah organik menjadi zat – zat anorganik yang sangat diperlukan bagi kehidupan tumbuhan dan sekaligus dapat mengatasi masalah sampah organik.

  • Sebagai sumber senyawa anorganik yang sangat diperlukan bagi kehidupan.

Contohnya tanah merupakan sumber air dan unsur hara penting bagi kehidupan tumbuhan dan makhluk hidup yang lain.

Udara merupakan sumber CO2 untuk fotosintesis tumbuhan, juga sebagai sumber O2 bagi semua makhluk hidup.

  • Membantu mengatasi permasalahan polusi.

Misalnya tumbuhan menyerap CO2 udara untuk fotosintesis, menyediakan O2 bagi organisme lain.

Daur Sulfur ( S )

Sulfur banyak terdapat di kerak bumi. Sulfur dapat diserap oleh tumbuhan dalam bentuk sulfat. Sulfur diperlukan dalam sintesis senyawa protein.

Daur Sulfur

Sulfat dalam tanah diserap oleh tumbuhan, selanjutnya digunakan untuk sintesis protein. Melalui rantai makanan sulfur berpindah ke konsumen.

Jika organisme mati, senyawa sulfur dalam organisme akan terurai secara aerob membentuk sulfat kembali, dan bila penguraian berlangsung secara anaerob menghasilkan gas sulfur dan sulfida.

Baca Juga :  Pengelompokkan Eubacteria

Gas sulfur dan sulfida juga berasal dari hasil reduksi senyawa sulfat secara anaerob oleh bakteri pereduksi sulfur.

Oleh bakteri sulfur, gas sulfur dan sulfida di udara dioksidasi menghasilkan sulfur, selanjutnya sulfur dioksidasi lagi membentuk sulfat dalam tanah.

Demikianlah beberapa peranan komponen ekosistem bagi kehidupan. Masih banyak manfaat lain yang belum tergali dan termanfaatkan dengan baik dan optimal.

Ini merupakan tantangan bagi kita semua untuk lebih mengoptimalkan peran dan manfaat komponen ekosistem bagi kehidupan,

disertai upaya pelestarian dan menjaga kesinambungannya agar memberi manfaat dalam jangka pendek, menengah, maupun jangka panjang.

Demikian penjelasan artikel diatas tentang 3 Daur Air – Daur Hidrologi Pendek, Sedang, dan Panjang & Daur Sulfur semoga dapat bermanfaat bagi pembaca setia PelajaranIPS.Co.Id