Eubacteria

Diposting pada

Eubacteria – PelajaranIPS.Co.Id – Mikroorganisme – mikroorganisme yang termasuk Monera berdasarkan analisis molecular terbagi menjadi dua filum, yaitu Eubacteria (Bakteri) dan Archaebacteria (Archae).

Pada klasifikasi sekarang ini, kedua filum tersebut telah diangkat menjadi dua kingdom tersendiri.

Eubacteria (Bakteri)

  • Karakteristik dan Ciri – Ciri Eubacteria

Karakteristik dan Ciri - Ciri Eubacteria

  1. Mikroorganisme dengan rata-rata panjang 2 – 3 µm, lebar 1 – 2 µm, dan diameter 1 mikron.
  2. Bersifat uniseluler, hidup secara sendiri-sendiri (soliter) atau berkelompok (koloni).
  3. Bentuk sel relatif tetap karena dinding sel tersusun atas peptidoglikan.
  4. Mampu membentuk endospora yaitu spora berdinding tebal yang tahan terhadap kondisi lingkungan yang buruk.
  5. Struktur tubuh tersusun atas kapsul, dinding sel, membran plasma, sitoplasma, DNA, mesosom, ribosom, dan plasmid.
  6. Reproduksi terjadi secara aseksual dan seksual, secara aseksual melalui pembelahan biner dan seksual meliputi konjugasi, transformasi, dan transduksi.
  • Struktur Tubuh dan Fungsi Organel pada Bakteri

Struktur Tubuh dan Fungsi Organel pada Bakteri

Kapsul terbuat dari karbohidrat, nitrogen, atau fosfor.

Kapsul dan lapisan lendir berfungsi untuk pelindung sel terhadap dehidrasi, cadangan makanan, perlindungan terhadap fagositosis dan pertahanan diri.

Pada umumnya kapsul dimiliki oleh bakteri virulen. Pada bakteri parasite, kapsul dilengkapi pelindung terhadap system pertahanan sel inang.

Flagela dimiliki oleh beberapa prokariota sebagai alat bergerak.

Phili atau fimbriae merupakan rambut halus yang muncul dari dinding sel berfungsi untuk melekatkan diri ke suatu permukaan benda.

Dan sebagai saluran untuk menyalurkan materi genetika dalam peristiwa konjugasi.

Dinding sel tersusun dari peptidoglikan berfungsi untuk memberi bentuk, sebagai bahan pelindung, mengatur keluar masuknya zat, dan perperan dalam pembelahan sel.

Membran sel (membrane plasma) bakteri tersusun dari protein dan lemak berfungsi untuk mengatur transportasi zat dari luar ke dalam sel.

Baca Juga :  Kingdom Monera

Membrane sel pada sianobakteri berperan dalam fotosintesis. Didalamnya terdapat tilakoid (kromatofor) yang mengandung pigmen fotosintesis.

Mesosom untuk pabrik energi. Lembar fotosintetik untuk berfotosintesis.

Sitoplasma tempat berlangsungnya reaksi metabolik. DNA untuk mengontrol sintetis protein dan pembawa sifat.

Plasmid pembawa gen tertentu dapat di transformasikan ke sel lain. Ribosom untuk tempat sintesis protein.

Endospora untuk mempertahankan diri dari kondisi buruk pada salah satu ujung sel.

  • Reproduksi Bakteri

Reproduksi bakteri dilakukan melalui dua cara yaitu aseksual dan seksual. Reproduksi aseksual dilakukan dengan pembelahan biner atau membelah diri.

Adapun reproduksi seksual dengan paraseksual atau rekombinasi genetic.

    • Reproduksi Aseksual

Sebagian besar bakteri melakukan reproduksi aseksual melalui proses pembelahan sederhana yang disebut pembelahan biner.

Proses ini mampu mereproduksi salinan genetik dari sel induk secara tepat.

Pada kondisi yang ideal, bakteri dapat membelah satu kali setiap 20 menit atau sekitar 1 x 1021 anakna baru setiap harinya.

Reproduksi yang cepat ini memungkinkan bakteri dapat berkembang biak menjadi sangat banyak dalam lingkungan yang menguntungkan.

    • Reproduksi Seksual

Reproduksi seksual bakteri tidak melibatkan gamet dan peleburan sel, tetapi berupa pertukaran materi genetic (DNA).

Proses perpindahan materi genetik semacam ini disebut juga paraseksual atau rekombinasi genetik.

Rekomendasi genetic menghasilkan dua sel bakteri yang mempunyai materi genetik kombinasi dari keduanya.

Proses rekomendasi genetik dapat terjadi melalui tiga metode berikut.

      • Transformasi

Transformasi adalah pemindahan sedikit materi genetic (DNA) atau bahkan hanya satu gen saja dari satu bakteri ke bakteri lain dengan proses fisiologi yang kompleks.

Proses ini pertama kali dikemukakan oleh Frederick Griffith pada tahun 1982.

Bakteri yang melakukan transformasi antara lain Streptococcus pneumonia, Haemophilus, Bacillus, Neiseria, dan Pseudomonas.

      • Transduksi

Transduksi adalah pemindahan materi genetik dari satu bakteri ke bakteri lain melalui perantara bakteriofage (virus bakteri).

Baca Juga :  Perbedaan Archaebacteria dan Eubacteria

Cara ini dikemukakan oleh Norton Zinder dan Joshua Lederberg pada tahun 1952.

      • Konjungsi

Konjungsi adalah pemindahan DNA secara kontak langsung antara sel bakteri yang berdekatan melalui jembatan sitoplasma.

Bakteri yang memberikan DNA-nya disebut bakteri donor.

Bakteri donor memiliki tonjolan yang disebut phili seks yang berguna untuk pada bakteri resipien yang menerima DNA.

Kemudian jembatan sitoplasma sementara akan terbentuk diantara 2 sel bakteri.

Contoh bakteri yang berkonjugasi adalah Salmonella typhi dan Pseudomonas sp. Transfer kromosom dapat juga terjadi dengan pilus seks, seperti yang terjadi dengan Escherichia coli.

Demikian penjelasan artikel diatas tentang Eubacteria – Karakteristik, Ciri Tubuh, dan Reproduksi Seks semoga dapat bermanfaat bagi pembaca setia PelajaranIPS.Co.Id