Kelas Filicinae

Diposting pada

Kelas Filicinae – PelajaranIPS.Co.Id – Kelas Filicinae merupakan kelompok tumbuhan paku dalam pengertian sehari – hari. Menyukai habitat yang teduh dan lembab (higrofit).

Kelas Filicinae

Kelas Filicinae berdaun besar (makrofil) dan bertangkai dengan tulang – tulang daun. Daun yang masih muda menggulung pada ujungnya.

Banyak ditanam sebagai tanaman hias, misalnya paku tanduk rusa (Platycerium bifurcatum), suplir (Adiantum cuneatum), atau sebagai tanaman obat, seperti Dryopteris filixmas.

Dilihat dari lingkungan hidupnya, tumbuhan paku dikelompokkan ke dalam tiga golongan, yakni paku tanah, paku air, dan paku epifit.

Kelas Filicinae meliputi tiga subkelas, yaitu Eusporangiatae, Leptosporangiatae, dan Hydropterides.

  • Subkelas Eusporangiatae

Subkelas Eusporangiatae

Kebanyakan berupa terna, protalium di bawah tanah tidak berwarna, atau di atas tanah berwarna hijau.

Protalium selalu ditumbuhi cendawan endofitik. Sporangium berdinding tebal dan kuat dengan spora – spora yang sama besar.

Subkelas Eusporangiatae terdiri dua ordo, yaitu Ophioglossales dan Marattiales.

    • Ordo Ophioglossales

Meliputi tumbuhan paku berbatang pendek dalam tanah. Daun asimilasi dan daun sporofil jelas kelihatan, berbentuk malai atau bulir keluar dari tangkai, dari pangkal, dari tengah, atau dari tepi daun steril.

Sporangium sama besar (homospor), bulat, tanpa annulus, berdinding kuat. Dalam mendapatkan makanan Ophioglossales bersimbiosis dengan mikoriza.

Dari familia Ophioglossaceae contohnya Ophioglossum vulgatum, Botrycium lunaria, terdapat di Eropa Ophioglossum reticulum, terdapat di Indonesia.

    • Ordo Maratttiales

Tumbuhan paku kelompok ini berdaun amat besar, menyirip ganda sampai beberapa kali.

Sporangium berdinding tebal, tanpa annulus, terdapat di sisi bawah daun, umumnya homospor.

Sporangium berlekatan membentuk sinangium. Ordo ini hanya memiliki satu famili, yaitu Marattiaceae.

Contoh spesies = Christensenia aesculifolia, daun menjari, beranak daun 3, sinangium berbentuk cincin pada sisi bawah daun.

Baca Juga :  Fungi (Jamur)

Marattia fraxinea, daun dengan panjang sampai 2 meter, menyirip ganda, pada pangkal tangkai terdapat duri yang merupakan modifikasi daun penumpu.

Angiopteris evecta (paku kedondong), paku besar, daun panjangnya mencapai 2 – 5 meter, menyirip ganda 2 – 4, anak daun menyerupai daun kedondong.

  • Subkelas Leptosporangiatae

Tumbuhan paku subkelas ini beranggotakan sekitar 90% dari total genus dalam kelas Filicinae, yang tersebar di seluruh muka bumi.

Subkelas Leptosporangiatae

Paling banyak terdapat di daerah tropis, mulai jenis paku terkecil (berukuran beberapa cm) sampai paku pohon.

Yang berupa paku pohon, biasanya batang tanpa kambium, kekuatan batang berasal dari rangkaian berkas pengangkut yang tersusun konsentris. Kebanyakan berupa terna dengan rimpang tumbuh

mendatar atau sedikit tegak, jarang bercabang. Daun muda selalu menggulung karena pertumbuh- an sel-sel pada sisi bawah daun yang lebih cepat.

Petumbuhan apikal hampir tidak terbatas, anatomi daun telah menyerupai Spermatophyta dengan diferensiasi, adanya diferensiasi membentuk jaringan tiang dan jaringan bunga karang.

Tulang daun bercabang – cabang dengan berbagai macam pola sebagai salah satu dasar klasifikasi.

Kadang – kadang sebagian daun tertutup oleh semacam sisik yang dinamakan palea.

Umumnya sporofil mempunyai bentuk yang sama dengan trofofil, sporangium terdapat di sisi bawah daun.

Sporangium terkumpul menjadi sorus yang bentuknya bermacam – macam. Sporangium muncul dari penonjolan jaringan daun yang dinamakan plasenta atau reseptakulum.

Sebelum masak, sorus tertutup oleh selaput yang dinamakan indusium.

Sistem pertulangan daun, susunan sporangium, bentuk dan letak sorus, ada tidaknya indusium merupakan ciri pengenal yang penting dan dipakai sebagai dasar klasifikasi.

Semua paku Leposporangiatae bersifat homospor. Protalium berukuran beberapa sentimeter saja dengan umur terbatas.

Subkelas Leptosporangiatae terdiri dari beberapa famili, di antaranya:

Baca Juga :  Kelas Mamalia

Osmundaceae, contohnya yaitu Osmunda javanica, terdapat di Indonesia.

Schizaeaceae, contohnya yaitu Schizaea digitata, Schizaea dichotoma, terdapat di Indonesia. Contoh lain Lygodium circinnatum, batang membelit, daun amat panjang, tersusun menyirip.

Gleicheniaceae, contoh spesiesnya yaitu Gleichenia linearis, Gleichenia leaevigata (paku andam, paku resam)

Matoniaceae, contohnya Matonia pectinata,
tumbuh di Kalimantan.

Hymenophyllaceae, contohnya yaitu Hymenophyllum australe, hidup di tanah atau epifit.

Cyatheaceae, contohnya Cyathea javanica, Alsophila glauca (paku tiang), hidup di hutan – hutan atau di pinggir kali.

Polypodiaceae, contoh spesies; Davallia trichomanoides, Nephrolepis exaltata, Aspidium filix-mas, memiliki rimpang yang dapat dipakai untuk obat (Aspidium),

Asplenium nidus (paku sarang burung), Pteris ensiformis, merupakan paku tanah, Adiantum cuneatum (suplir), sebagai tanaman hias, Drymoglossum heterophyllum,

Drymoglossum piloselloides (paku picis), epifit pada pepohonan, Playtcerium bifurcatum (paku tanduk rusa), sebagai tanaman hias, dan Acrosticum aureum (paku laut).

  • Subkelas Hydropterides

Subkelas ini beranggotakan tumbuhan paku yang hidup di air. Umumnya heterospor, menghasilkan makrospora dan mikrospora.

Subkelas Hydropterides

Badan yang mengandung sporangium dinamakan sporokarpium. Hydropterides meliputi dua ordo, yaitu ordo Salviniaceae dan Marsileaceae.

    • Ordo Salviniaceae

Contoh spesies; Salvinia natans, paku air yang mengapung, terdapat di Asia dan Eropa

Azolla pinnata, tumbuhan kecil, lunak, bercabang-cabang, terapung di air. Daun yang terapung berfungsi untuk asimilasi,

Di dalamnya terdapat ruangan – ruangan berisi koloni Anabaena azollae, sejenis alga biru yang dapat mengikat nitrogen udara.

    • Suku Marsileaceae

Contoh spesies; Marsilea crenata (semanggi), hidup di air, berakar dalam tanah, batang merayap,

Daun bertangkai panjang dengan empat helai anak daun, dimanfaatkan sebagai sayuran.

Menurut habitatnya tumbuhan paku dikelompokkan menjadi paku tanah, paku air, dan paku pohon.

Demikian penjelasan artikel diatas tentang 3 Kelas Filicinae – Subkelas Eusporangiatae, Leptosporangiatae, dan Hydropterides semoga dapat bermanfaat bagi pembaca setia PelajaranIPS.Co.Id

Baca Juga :  Sistem Klasifikasi Tujuh Kingdom