Kerja Sama Multilateral Adalah

Diposting pada

Kerja Sama Multilateral

Kerjasama mulitilateral adalah kerja sama yang biasanya dilakukan lebih dari dua Negara. Kerjasama jenis ini bisa dalam satu wilayah, atau bisa dalam beda wilayah. Misalnya adalah hubungan kerjasama yang berada dalam beda wilayah yaitu OPEC. dan hubungan kerjasama yang berada dalam satu wilayah yaitu ASEAN, MEE, NAFTA.

kerja-sama-multilateral-adalah


Kerja Sama Multilateral Indonesia dengan Negara Tetangga

Kerja sama multilateral adalah bentuk kerja sama yang tidak hanya melibatkan dua negara, tetapi lebih dari dua Negara dalam suatu kawasan. Disebut apa jika kerja sama itu melibatkan dua negara? Indonesia juga menjalin kerja sama multilateral dengan negara-negara di kawasan Asia Tenggara.


Contoh kerja sama multilateral antara lain:

  1. Perjanjian pemeliharaan aktivitas keamanan lintas Negara antara Indonesia, Malaysia, dan Filipina pada tanggal 7 Mei 2002. Melalui kesepakatan tersebut diharapkan ketiga negara dapat saling bekerja sama dan berkoordinasi dalam menghadapi masalah-masalah lintas negara yang akan mengganggu keamanan dalam negeri masing-masing.

  2. Kerja sama kebudayaan antara Indonesia, Malaysia, dan Brunei yang masih dalam satu rumpun bahasa. Misalnya dengan program Titian Muhibah.

  3. Kerja sama penanganan masalah terorisme dan kejahatan lintas negara antara Indonesia, Malaysia, dan Singapura.Misalnya, dengan melibatkan kepolisan ketiga negara tersebut.

  4. Pembentukan Brunei-Indonesia-Malaysia-Philippine East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA) pada tahun 1994.


Jadi, kerja sama multilateral Indonesia dengan Negara tetangga meliputi bidang politik, keamanan, dan kebudayaan.


Kerja Sama Multilateral Luar Negara

  • IMF (International Monetary Fund) atau Dana Moneter Internasional

Didirikan pada tanggal 27 September 1945 dan berkedudukan di Amerika Serikat.  IMF memiliki tujuan untuk memajukan kerja sama internasional di bidang ekonomi, keuangan dan perdagangan. Indonesia menjadi anggota IMF pada tahun 1954, namun pada tahun 1963 keluar karena kasus penggayangan Nekolim (Neokolonialisme). Indonesia masuk menjadi anggota IMF kembali pada tahun 1966. Orang Indonesia yang pernah menduduki jabatan di IMF adalah Prof.Dr.Aliwardhana. Tujuan IMF antara lain:


Artikel Terkait : Sejarah Perekonomian Indonesia


  1. memajukan kerja sama moneter internasional dengan jalan mendirikan lembaga (IMF),
  2. memperluas perdagangan dan investasi dunia,
  3. mengurangi dan membatasi praktik-praktik pembatasan terhadap pembayaran internasional,
  4. memperpendek dan memperkecil besarnya defisit atau surplus neraca pembayaran.

  • IBRD (International Bank for Reconstruction and Development) atau Bank Dunia (World Bank)

Disebut World Bank (Bank Dunia) dibentuk berdasarkan perjanjian Bretton Woods pada bulan Desember 1945 dan berkedudukan di Washington DC, Amerika Serikat. Organisasi ini bergerak dalam bidang perbankan untuk pembangunan dan kemajuan negara-negara berkembang. Tujuannya adalah memberikan bantuan jangka panjang maupun jangka pendek kepada negara-negara yang sedang membangun. Tujuan IBRD antara lain sebagai berikut :


  1. Memberikan bantuan kredit jangka panjang dan jangka pendek kepada negara-negara yang sedang berkembang.
  2. Memberikan bantuan teknik Cuma-Cuma kepada negara-negara di dunia.
  3. ITO (International Trade Organization) atau WTO (World Trade Organization)

Dibentuk pada tanggal 15 April 1994. Organisasi ini memiliki peran untuk mengelola serta memelihara kesepakatan perdagangan bebas, mengawasi berbagai praktik perdagangan dunia, serta menyelesaikan sengketa perdagangan diantara negara-negara anggota.


  • GATT (General Egreement on Tariff and Trade)

Organisasi internasional yang melakukan persetujuan tentang tarif dan perdagangan internasional. GATT dibentuk pada tahun 1947 atas dasar perjanjian di Jenewa, Swiss dengan maksud mengurangi atau menghilangkantarif dan bea cukai tinggi yang menghambat ekspor impor antarnegara. Indonesia menjadi anggota GATT pada tahun 1950. Tujuan GATT adalah sebagai berikut :


  1. Menghilangkan atau mengurangi hambatan-hambatan yang timbul dalam perdagangan internasional yang disebabkan oleh pengenaan tarif (bea cukai) atas barang-barang ekspor impor yang terlalu tinggi.
  2. Berusaha menurunkan dan menstabilkan tarif (bea cukai) atas berbagai jenis barang untuk memperlancar perdagangan internasional.
  3. ILO (International Labour Organization)

Organisasi buruh sedunia yang didirikan 11 April 1919. Organisasi ini berkedudukan di Jenewa, Swiss. Tujuan ILO adalah :

  1. Mencapai perdamaian abadi dengan terciptanya keadilan sosial.
  2. Meningkatkan perbaikan nasib kaum buruh dan keluarganya.
  3. Meningkatkan stabilitas di bidang ekonomi dan sosial.

Artikel Terkait : Sejarah Sistem Ekonomi Indonesia


  • IFC (International Finance Corporation)

Didirikan pada tanggal 24 Juli 1956. Badan ini memberikan pinjaman kepada pengusaha swasta dan membantu mengalihkan investasi luar negeri ke negara-negara sedang berkembang. Jadi, IFC bertugas memupuk perkembangan ekonomi di negara-negara anggota, melalui pemberian kredit jangka panjang kepada pengusaha swasta dan pemerintah tanpa jaminan.


  • UNCTAD (United Nations Conference on Trade and Development)

Perdagangan dan pembangunan didirikan dengan maksud mengusahakan kemajuan perdagangan dunia dan mengatur komoditi, hasil industri, pengalihan teknologi, perkapalan, dan lain-lain. Selain itu juga menyalurkan serta melancarkan perundingan internasional mengenai ekspor impor antara negara industry dengan negara yang sedang berkembang, atau sering disebut ‘Dialog Utara Selatan’.


  • IDA (International Development Association)

Didirikan tahun 1960 di Washington DC, Amerika Serikat. IDA bertujuan untuk mendorong kemajuan ekonomi negaranegara yang sedang berkembang dan memberi pinjaman dengan syarat yang ringan.


  • FAO (Food and Agricultural Organization)

Organisasi pangan dan pertanian ini didirikan tanggal 16 Oktober 1945 yang berkedudukan di Roma, Italia.

Tujuan FAO adalah:

  1. Memajukan dan meningkatkan kualitas dan kuantitas bahan makanan di seluruh dunia.
  2. Meningkatkan dan memajukan hasil pertanian, peternakan, pertanian, kehutanan, dan lain lain.

  • UNDP (United Nations Development Program)

Organisasi PBB yang melakukan kegiatan dalam program pembangunan di negara-negara berkembang. Tujuan UNDP adalah untuk menitikberatkan pada upaya mengurangi kemiskinan, memberantas buta huruf, menciptakan lapangan kerja, dan mendorong kerja sama teknologi, antara negara industri dan negara nonindustri.


Artikel Terkait : Kebijakan Fiskal Dan Moneter Di Indonesia


  • UNIDO (United Nations Industrial Development Organization)

Organisasi pengembangan industri PBB didirikan dengan tujuan untuk pengembangan industry seperti pembukaan lapangan baru di bidang industri, perbaikan sistem industri yang masih ada, dan lain-lain.


  • APO (Asian Productivity Organization)

Didirikan pada tahun 1961 dengan maksud: untuk meningkatkan peranan produktivitas dan pengembangan ekonomi, untuk meningkatkan usaha-usaha di bidang kegiatan tertentu khususnya pertanian dan perindustrian.


  • ADB (Asian Development Bank)

Didirikan dengan tujuan memberi pinjaman kepada negara-negara Asia yang membutuhkan bantuan ekonomi untuk membiayai pertumbuhan perekonomian dan pembangunan. Fungsi dan tujuan ADB adalah :


  1. Menyokong investasi modal pemerintah maupun swasta di wilayah Asia untuk tujuan-tujuan pembangunan
  2. Memanfaatkan SDA yang tersedia untuk membiayai pembangunan dengan memprioritaskan wilayah dan subwilayah Asia.
  3. Memberikan bantuan teknis untuk menyiapkan, membiayai, dan melaksanakan berbagai program dan proyek pembangunan.

  • CGI (Consulative Group on Indonesia)

Didirikan pada bulan Maret tahun 1992. CGI merupakan kelompok beberapa negara yang memberi bantuan kepada Indonesia sebagai pengganti IGGI tanpa Belanda di dalamnya.


  • APEC (Asia Pacific Economic Cooperation)

Kerja sama ekonomi Negara-negara di kawasan Asia Pasifik. APEC didirikan pada tahun 1989 di Canberra, Australia atas prakarsa Perdana Menteri Australia Bob Hawke. Tujuan APEC adalah melakukan liberasisasi perdagangan dan investasi, serta meningkatkan pemanfaatan sumber daya alam dan kualitas sumber daya manusia untuk meningkatkan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia Pasifik.


Negara-negara APEC adalah: Amerika Serikat, Kanada, Meksiko, Chili, Peru, Rusia, RRC, Jepang, Korea, Selatan, Taiwan, Hongkong, Australia, Selandia Baru,Papua Nugini, Indonesia, Malaysia, Thailand , Filipina, Singapura, Brunei Darussalam, Vietnam.


Artikel Terkait : Pengembangan SDM Adalah


  • OPEC (Organization of Petroleum Exporting Countries)

Organisasi negara-negara pengekspor minyak bumi. Organisasi ini didirikan atas prakarsa Irak, Iran, Kuwait, Arab Saudi, dan Venezuela pada bulan September 1960. Markas besar OPEC terletak di Wina, Austria. Negara-negara anggota OPEC adalah: Arab Saudi,Irak,Iran,Kuwait,Venezuela,Aljazair,Gabon ,Indonesia,Libya ,Nigeria Persatuan Emirat, Arab, Qatar. Tujuan OPEC adalah :


  1. Menghindari persaingan di antara negara-negara pengekspor minyak.
  2. Mengatur pemasaran minyak bumi dan menetapkan harga bersama.
  3. Mengusahakan pemenuhan kebutuhan dunia akan minyak bumi.

  • OECD (Organization for Economic Cooperation and Development)

Kerja sama ekonomi antarnegara berkembang, didirikan dengan maksud untuk memperjuangkan kestabilan ekonomi anggota-anggotanya dan membantu negara-negara berkembang.


  • AFTA (Asean Free Trade Area) atau Kawasan Perdagangan Bebas Asia Tenggara

Kawasan perdagangan bebas ASEAN dibentuk pada waktu Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN IV di Singapura tahun 1992. AFTA merupakan suatu kesepakatan antara Negara-negara ASEAN yang membentuk suatu kawasan perdagangan bebas, sehingga tidak ada hambatan tarif atau bea masuk maupun hambatan nontarif bagi Negara-negara ASEAN. Tujuan AFTA adalah :


  1. Meningkatkan daya saing ekonomi kawasan ASEAN.
  2. Menarik investasi dan meningkatkan perdagangan antar anggota ASEAN.
  3. Menciptakan pasar regional bagi penduduk ASEAN.
  4. EFTA (European Free Trade Association)

Badan atau asosiasi perdagangan bebas Eropa ini bertujuan untuk bekerja sama dalam perdagangan dan pajak untuk barang-barang industri.


  • NAFTA (North American Free Trade Agreement)

Persetujuan perdagangan bebas Amerika Utara ini didirikan untuk memajukan dan meningkatkan perdagangan di kawasan Amerika Utara. Perjanjian perdagangan bebas tersebut dilakukan dengan cara menghilangkan atau mengurangi hambatan-hambatan di bidang perdagangan, baik dalam bentuk hambatan tariff maupun nontarif.


  • IDB (Islamic Development Bank)

Bank Pembangunan Islam ini didirikan pada tanggal 23 April 1975, dengan tugas utama untuk membantu negaranegara anggota, yaitu negara-negara Islam dalam meningkatkan pembangunan di bidang ekonomi dan sosial. Iuran dan setonan anggota IDB dinyatakan dalam satuah ID (Islamic Dinar).


  • ASEM (Asia Europe Meeting)

Berdiri tahun 1996, oleh 25 negara. ASEM merupakan forum kerja sama negara Asia dan Eropa untuk memelihara perdamaian secara global, stabilitas, dan kemakmuran yang bertujuan untuk memajukan kegiatan perdagangan dan investasi lebih besar antara dua kawasan dengan melihat liberalisasi perdagangan dan investasi serta fasilitasi di antara negara anggota.


  • IGGI (Inter Governmental Group on Indonesia )

Organisasi pemberi bantuan kredit untuk pembangunan kepada Indonesia yang anggotanya terdiri atas negara-negara dan lembaga-lembaga internasional. IGGI didirikan pada tahun 1967, secara rutin mengadakan pertemuan membahas perkembangan ekonomi Indonesia dan membicarakan jumlah bantuan yang akan diberikan kepada Indonesia.


Artikel Terkait : Masalah Pokok Ekonomi Modern


  • UNICEF (United Nations Internasional Children’s Emergency Fund)

Didirikan pada tahun 1946 dan berkedudukan di New York, Amerika Serikat. Organisasi ini melakukan kegiatan dalam bidang kemanusiaan dan kesejahteraan anak. Tujuan UNICEF adalah :

  1. Melakukan kegiatan di bidang kesehatan, gizi, kesejahteraan anak, keluarga, dan pendidikan.
  2. Memberikan bantuan dalam bentuk bahan makanan dan onat-obatan.

  • WHO (World Health Organization)

WHO adalah organisasi internasional yang bergerak di bidang kesehatan. Tujuan WHO adalah untuk mencapai kesehatan maksimal bagi umat manusia sedunia.


Bentuk-Bentuk Kerja Sama Indonesia Dengan Negara Lain

  1. Kerja sama bilateral, yaitu kerja sama antara dua negara yang bersifat saling membantu dalam bidang produksi, perdagangan, dan lain-lain yang saling menguntungkan. Contohnya Indonesia dengan Cina
  2. Kerja sama multilateral, yaitu kerja sama ekonomi tiga negara atau lebih yang bersifat politik ekonomi internasional untuk membebaskan perekonomian Internasional dari pembatasan bilateral. Contohnya Indonesia, Cina, dan Jepang
  3. Kerja sama regional, yaitu kerja sama ekonomi antarnegara yang satu dengan yang lain dalam suatu kawasan tertentu yang bersifat saling membantu. Contohnya kerja sama negara-negara yang tergabung dalam ASEAN
  4. Kerja sama antarregional, yaitu kerja sama antar kelompok negara-negara dalam satu kawasan/ kelompok yang lain. Manfaat kerja sama ini adalah menata perekonomian dengan baik. Contohnya kerja sama ASEAN dengan Uni Eropa
  5. Kerja  sama subregional, yaitu kerjasama beberapa negara dalam sub kawasan yang mencakup letak geografis yang berdekatan. Contohnya kerja sama negara yang terdiri atas Indonesia, Malaysia, dan Thailand di wilayah utara ASEAN yang dikenal dengan IMT-GT
  6. Kerja sama Internasional, yaitu kerja sama ekonomi negara-negara di dunia. manfaatnya untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri dengan membuka diri terhadap negara lain. Contohnya ILO, WTO

  • Tujuan-Tujuan Kerja Sama
  1. Bilatera : untuk membina hubungan yang telah ada serta menjalin hubungan kerjasama perdagangan dengan negara mitra
  2. Regional : untuk menciptakan perdagangan bebas antar negara yang ada di suatu kawasan
  3. Subregional : untuk mendorong pertumbuhan dan pembangunan ekonomi negara anggota
  4. Antarregional : untuk menjamin kepentingan ekonomi antara dua kawasan
  5. Internasional : saling membantu dibidang ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan bersama

  • Secara Umum
  1. Meningkatkan perekonomian negara
  2. Mempererat dan memperkukuh persahabatan antarnegara
  3. Saling mengisi kekurangan antarnegara di dunia dalam bidang ekonomi
  4. Meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan manusia sedunia

Artikel Terkait : Ekspor Adalah


Kerja Sama Ekonomi Multilateral

Kerja sama ekonomi multilateral adalah kerja sama ekonomi yang melibatkan banyak negara dan tidak terikat oleh wilayah atau kawasan negara tertentu. Kerja sama ini bisa dalam satu kawasan seperti ASEAN, MEE tetapi dapat pula kerja sama antarnegara yang berbeda kawasan seperti OPEC, WTO, dan IMF.


  • Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)

Perserikatan-Bangsa-Bangsa

Perserikatan Bangsa-Bangsa atau biasa disingkat PBB (bahasa Inggris: United Nations atau disingkat UN) adalah sebuahorganisasi internasional yang anggotanya hampir seluruh negara di dunia. Lembaga ini dibentuk untuk memfasilitasi dalam hukum internasional, keamanan internasional, pengembangan ekonomi, perlindungan sosial, hak asasi dan pencapaian perdamaian dunia.


Perserikatan Bangsa-bangsa didirikan di San Francisco pada 24 Oktober 1945 setelah Konferensi Dumbarton Oaks di Washington, DC, namun Sidang Umum yang pertama – dihadiri wakil dari 51 negara – baru berlangsung pada 10 Januari 1946 (di Church House,London). Dari 1919 hingga 1946, terdapat sebuah organisasi yang mirip, bernama Liga Bangsa-Bangsa, yang bisa dianggap sebagai pendahulu PBB.


Sekjen PBB Ban Ki-moon tiba di Jakarta untuk menghadiri The Second Jakarta International Defence Dialogue (JIDD II). Kehadirannya atas undangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. “Kunjungan Sekjen PBB ini diharapkan dapat lebih meningkatkan kerja sama Indonesia dan PBB di berbagai bidang, termasuk dalam memastikan keberhasilan Indonesia memenuhi target pencapaian millennium development goals (MDGs),” kata Staf Khusus Presiden Bidang Hubungan Internasional, Teuku Faizasyah, dalam pernyataannya.


  • Islamic Development Bank (IDB)

Islamic-Development-Bank

Islamic Development Bank (IDB) adalah badan dunia yang memberikan bantuan bagi pembangunan ekonomi dan sosial di negara-negara Islam atau mayoritas penduduknya Islam. IDB didirikan pada tanggal 23 April 1975.


Islamic Development Bank (IDB) bersepakat membangun kerjasama dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi untuk mengembangkan sistem keuangan inklusi Syariah di Desa. Rencananya, kerjasama tersebut ditandatangani langsung oleh Presiden Direkrue IDB Dr. Muhammad Ali Al Madani.


  • Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC)

Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) adalah organisasi negara-negara pengekspor minyak. OPEC berdiri pada tanggal 14 September 1960 di Bagdad, Irak. Pada tanggal 1 September 1965 sekretariat OPEC pindah ke Vienna, Austria. Organisasi ini bertujuan mengatur produksi dan pemasaran minyak di negara anggota sehingga menghindarkan dari persaingan yang tidak sehat, mengusahakan kestabilan harga minyak mentah dunia, serta mengefisiensikan produksi minyak mentah guna memenuhi kebutuhan dunia.


Organisasi Negara-Negara Eksportir Minyak (OPEC) akan mengadakan rapat khusus untuk membahas rencana Indonesia bergabung kembali di OPEC pada hari Jumat, 5 Juni 2015.


Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said menyatakan keinginan Indonesia kembali bergabung dengan OPEC di depan Sekretaris Jenderal OPEC Abdalla Salem el-Badri dan beberapa negara utama anggota OPEC di sela The 6th International Seminar OPEC bertema “Petroleum: An Engine for Global Development” di Wina, Austria.


Artikel Terkait : Impor Adalah


  • OECD (Organization for Economic Cooperation and Development)

OECD atau kerja sama ekonomi antarnegara berkembang, didirikan dengan maksud untuk memperjuangkan kestabilan ekonomi anggota-anggotanya dan membantu negara-negara berkembang.


Direktur Analisa Peraturan Perundang-undangan Bappenas Diani Sadia Wati menyebutkan Bappenas telah membangun kesepakatan dengan Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) untuk melaksanakan serangkaian kegiatan dalam rangka Review Integritas Sektor Publik di Indonesia, pada Selasa (22/3) di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta.


Dalam Seminar Pendahuluan Review Integritas Sektor Publik, Diani menjelaskan bahwa kegiatan itu diharapkan dapat berkontribusi pada proses pengembangan kerangka pengukuran integritas nasional yang sampai saat ini masih terus disempurnakan oleh Bappenas bersama KPK sejak 2012.


Demikian penjelasan artikel tentang Kerja Sama Multilateral Adalah – Pengertian, Badan, Contohnya semoga bermanfaat bagi pembaca setia PelajaranIPS.Co.Id

Baca Juga :  Sejarah Perekonomian Indonesia