Klasifikasi Prokariotik

Diposting pada

Klasifikasi Prokariotik – PelajaranIPS.Co.Id – Bakteri merupakan organisme yang paling sederhana dan merupakan bentuk kehidupan yang paling banyak di bumi.

Salah satu contoh bakteri adalah sianobakteri (gambar di samping). Organisasi ini dianggap sebagai makhluk hidup tertua yang ditemukan di bumi.

Tahukah kalian, di manakah tempat yang paling banyak ditemukan bakteri? Bakteri ditemukan di mana – mana, yaitu di laut terdalam, dalam tanah, makanan, wajah, usus, bahkan di dalam artikel ini.

Bakteri dapat menyebabkan beberapa penyakit yang membahayakan manusia. Namun, sebagian besar bakteri ada yang bermanfaat, dan hanya sedikit yang merugikan kita.

Bakteri merupakan organisme yang inti selnya bersifat prokariotik, artinya organisme tersebut belum memiliki membran inti (kariotika).

Inti sel organisme ini hanya berupa satu molekul ADN. Kebanyakan anggota kelompok monera ini bersifat uniseluler dan mikroskopis.

Klasifikasi Prokariotik

Berdasarkan klasifikasi yang dibuat oleh Carl Woese yang mengacu pada analisis variasi RNAr organisme prokariotik ini secara fundamental dipisahkan menjadi dua kelompok yang berbeda, yaitu Archaebacteria dan Eubacteria.

  • Archaebacteria

Archaebacteriaa

Karakteristik yang dimilik oleh Archaebacteria antara lain:

  1. Sel penyusun tubuhnya bertipe prokariotik;
  2. Memiliki simpleRNA polymerase;
  3. Dinding sel bukan dari peptidoglikan;
  4. Tidak memiliki membran nukleus dan tidak memiliki organel sel;
  5. ARNtnya berupa metionin;
  6. Sensitive terhadap toksin dipteri.

Berdasarkan habitatnya Archaaebacteria dikelompokkan menjadi 3, yaitu kelompok methanogen, halofit ekstrim(suka garam) dan termo asidofil (suka panas dan asam).

    • Methanogen

Methanogen ini hidupnya bersifat anaerob atau tidak memerlukan oksigen dan heterotrof, dapat menghasilkan methan (CH4), tempat hidupnya di lumpur, rawa-rawa, saluran pencernaan anai-anai (rayap), saluran pencernaan sapi, saluran pencernaan manusia dan lain-lain.

Contoh:

  1. Lachnospira multiparus, organisme ini mampu menyederhanakan pektin.
  2. Ruminococcus albus, organisme ini mampu menghidrolisis selulosa.
  3. Succumonas amylotica, memiliki kemampuan menguraikan amilum.
  4. Methanococcus janashii, penghasil gas methane.
    • Halofit Ekstrim

Sebagian besar mikroorganisme ini bersifat aerob heterotrof meskipun ada yang bersifat anaerob dan fotosintetik dengan pigmen yang dimilikinya berupa bakteriorodopsin.

Baca Juga :  Tumbuhan Berkeping Dua

Habitat pada lingkungan berkadar garam tinggi, seperti di danau Great Salt (danau garam), Laut Mati, atau di dalam makanan yang bergaram.

    • Thermo Asidofil

Archaebacteria merupakan organisme uniseluler, tak berklorofilprokariot, hidup pada lingkungan yang ekstrim.

Thermoasidofil merupakan mikroorganisme kemoautotrof yang dapat memanfaatkan H2S sebagai sumber energi.

Hidup di lingkungan panas (60 – 80) ºC dan pH 2 – 4, habitat di sumber air panas seperti Sulfolobus di taman nasional Yellow stone atau kawah gunung berapi di dasar laut.

  • Eubacteria

Eubakteria disebut juga bakteri sejati, sama dengan archaebacteria yang bersifat prokariotik. Ciri-ciri yang dimiliki oleh bakteri ini antara lain:

Eubacteriaa

  1. Memiliki dinding sel yang mengandung peptidoglikan.
  2. Telah mempunyai organel sel berupa ribosom yang mengandung satu jenis ARN polymerase.
  3. Membran plasmanya mengandung lipid dan ikatan ester.
  4. Sel bakteri memiliki kemampuan untuk mensekresikan lendir ke permukaan dinding selnya,
    lendir ini jika terakumulasi akan dapat membentuk kapsul.
    Dan kapsul inilah sebagai pelindung untuk mempertahankan diri jika kondisi lingkungan tidak menguntungkan baginya.
    Bakteri yang berkapsul biasanya lebih patogen dari pada yang tidak memiliki kapsul.
  5. Sitoplasma bakteri terdiri dari protein, karbohidrat, lemak, ion organik, kromatofora, juga terdapat organel sel kecil – kecil yang disebut ribosom.
    Dan asam nukleat sebagai penyusun ADN dan ARN

Bakteri dibagi menjadi beberapa kelompok antara lain:

  1. Berdasarkan cara memperoleh makanan, yaitu autotrof dan juga yang heterotrof.
  2. Berdasarkan kebutuhan oksigennya dibedakan menjadi bakteri aerob dan anaerob.
  3. Berdasarkan alat geraknya ada yang memiliki alat gerak berupa flagel ada juga yang tidak berflagel.
  4. Pengelompokan berdasarkan bentuknya ada yang berbentuk batang, bola, dan spiral.

Demikian penjelasan artikel diatas tentang 2 Klasifikasi Prokariotik – Archaebacteria dan Eubacteria semoga dapat bermanfaat bagi pembaca setia PelajaranIPS.Co.Id

Baca Juga :  Kormophyta