Komponen Biotik

Diposting pada

Komponen Biotik – PelajaranIPS.Co.Id – Makhluk hidup merupakan bagian dari lingkungan tempat hidupnya.

Selain makhluk hidup, dalam suatu lingkungan terdapat komponen tak hidup yang dinamakan komponen abiotik.

Komponen ekosistem yang terdiri benda – benda hidup atau makhluk hidup disebut komponen biotik.

Komponen biotik dalam ekosistem memiliki peranan / profesi yang berbeda – beda. Peranan / profesi suatu organisme dalam ekosistem disebut viche atau relung.

Antara makhluk hidup dengan lingkungan biotik dan abiotiknya terjadi hubungan timbal balik atau interaksi.

Interaksi antara makhluk hidup dengan lingkungan biotik dan abiotiknya inilah yang dinamakan ekosistem.

Cabang biologi yang mempelajari interaksi antara organisme dengan lingkungan biotik dan abiotiknya disebut ekologi.

Keseimbangan dan kelestarian ekosistem sangat diperlukan oleh semua makhluk hidup, termasuk manusia.

Dengan ekosistem yang seimbang proses – proses kehidupan secara alamiah akan terjaga kelangsungannya.

Karena itu manusia sangat berkepentingan untuk menjaga kelestarian dan keseimbangan ekosistem demi menjaga kelangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lainnya.

Peran serta secara aktif seluruh warga negara sangat diperlukan untuk mewujudkan lingkungan yang lestari dan seimbang.

Komponen Biotik

Komponen ekosistem yang bersifat hidup dinamakan komponen biotik. Komponen biotik ekosistem menurut fungsinya dibedakan menjadi berikut ini.

  • Produsen

Semua organisme yang memiliki kemampuan melakukan sintesis senyawa organik dari zat-zat anorganik disebut produsen.

Produsen

Organisme berklorofil, seperti tumbuhan hijau, merupakan komponen pokok dalam ekosistem.

Tumbuhan hijau mampu melakukan fotosintesis, menghasil- kan zat organik berupa glukosa yang tersimpan dalam buah, biji, atau umbi dalam bentuk zat tepung / amilum.

Kemampuan menghasilkan senyawa organik ini akan meningkat jika tumbuhan hijau mendapatkan air, CO2, dan cahaya matahari dalam jumlah yang melimpah.

Baca Juga :  Kelas Filicinae

Senyawa organik hasil sintesis oleh produsen ini akan dimanfaatkan oleh organisme lain untuk memenuhi kebutuhan energi hidupnya.

Semua alga, lumut, tumbuhan paku, tumbuhan berbiji dan beberapa jenis bakteri tergolong sebagai produsen.

  • Konsumen

Organisme yang mendapatkan makanan dari organisme lain dinamakan konsumen.

Organisme kelompok ini tidak memiliki kemampuan melakukan sintesis senyawa organik secara mandiri, karenanya kebutuhan makanannya murni bergantung pada organisme lain.

Jika organisme tersebut mendapatkan zat organik langsung dari produsen, disebut herbivora atau konsumen primer.

Jika organisme tersebut mendapatkan zat organik dari herbivora, maka disebut karnivora atau konsumen sekunder.

Hewan karnivora dapat memangsa karnivora lain. Organisme yang mendapatkan zat organik baik dari produsen maupun dari konsumen disebut omnivora atau pemakan segala.

Omnivora mendapatkan energi dari produsen, herbivora, maupun dari karnivora.

  • Detritivor

Sisa – sisa organisme maupun bangkai organisme yang telah hancur / lapuk dinamakan detritus.

Detritivor

Detritus merupakan sumber energi bagi detritivor. Jadi, detritivor merupakan organisme pemakan detritus.

Luwing, cacing tanah, rayap dan teripang merupakan detritivor. Organisme ini sangat membantu dalam penghancuran secara mekanik sampah organik sebelum mengalami proses penguraian secara kimia.

Dengan demikian detritivor juga memiliki peranan yang tidak kalah penting dalam proses daur ulang sampah organik, di samping organisme pengurai.

  • Dekomposer

Setelah dihancurkan oleh detritivor, selanjutnya sampah organik akan diuraikan secara kimia menjadi zat – zat anorganik oleh organisme pengurai atau decomposer.

Hasil dekomposisi (proses penguraian) sampah organik dikembalikan ke tanah sebagai mineral-mineral tanah.

Pada akhirnya mineral – mineral tanah ini akan diserap kembali oleh akar tumbuhan untuk dipakai dalam proses pertumbuhan, termasuk sintesis senyawa organik lagi.

Bakteri dan jamur merupakan organisme pengurai, yang sangat berjasa dalam proses daur ulang sampah organik.

Baca Juga :  Echinodermata

Ekosistem merupakan interaksi antara organisme dengan lingkungan biotik maupun abiotiknya. Komponen abiotik merupakan komponen ekosistem yang terdiri dari benda – benda tak hidup.

Komponen biotik ekosistem terdiri dari benda – benda hidup.

Dekomposer

Organisme dalam ekosistem dapat dibedakan menjadi dua kelompok berdasarkan cara mendapatkan makanan, yaitu berikut ini.

Organisme autotrof, merupakan organisme yang mampu mensintesis zat makanannya sendiri. Organisme atutotrof dibedakan menjadi berikut ini.

  • Fotoautotrof; jika dalam mensintesis makanannya memerlukan bantuan energi cahaya.
  • Contohnya semua tumbuhan hijau, bakteri hijau, bakteri ungu. Tumbuhan hijau memiliki pigmen berwaran hijau yaitu klorofil.
  • Bakteri hijau memiliki pigmen yang menyerupai klorofil yaitu bakterioklorofil. Bakteri ungu memiliki pigmen berwarna ungu yang disebut bakteriopurpurin.
  • Kemoautotrof; jika dalam mensintesis makanannya memanfaatkan energi hasil reaksi kimia.
  • Contohnya bakteri pereduksi sulfur (bakteri belerang), bakteri besi, bakteri Nitrosomonas, Nitrosococcus, Nitrobacter.

Organisme heterotrof, merupakan organisme yang tidak mampu menghasilkan zat makanan sendiri, hidupnya bergantung pada organisme lain.

Contohnya hewan, manusia, dan bakteri (di luar bakteri kemoautotrof). Satuan organisasi kehidupan dalam ekosistem terdiri dari beberapa tingkatan, yaitu berikut ini.

Individu merupakan organisme tunggal, misalnya seekor ayam, sebatang pohon mangga.

Populasi; merupakan sekumpulan organisme sejenis (satu spesies) yang mendiami habitat tertentu pada waktu tertentu.

Misalnya populasi padi di sawah merupakan sekumpulan tanaman padi (tidak termasuk tanaman lain) di sawah;

Populasi kambing di padang rumput merupakan sekumpulan kambing (tidak termasuk domba, atau kerbau, atau kuda) di padang rumput.

Komunitas merupakan kumpulan dari beberapa populasi yang menempati suatu habitat tertentu. Misalnya komunitas sawah, terdiri dari populasi padi, populasi eceng gondok, populasi belalang, populasi wereng, yang hidup di suatu sawah.

Baca Juga :  Subkelas Pterygota

Ekosistem merupakan interaksi antara komunitas dengan lingkungan biotik dan abiotiknya.

Bioma merupakan sekelompok ekosistem daratan pada sebuah benua yang mempunyai struktur dan ketampakan / fisiognomi vegetasi yang sama.

Biosfer merupakan kesatuan dari berbagai ekosistem, yang ada di muka bumi ini.

Demikian penjelasan artikel diatas tentang 4 Komponen Biotik – Produsen, Konsumen, Detritivor, dan Dekomposer semoga dapat bermanfaat bagi pembaca setia PelajaranIPS.Co.Id