Kronologi Pemberontakan DI/TII

Diposting pada

Pemberontakan DI/TII

Kronologi Pemberontakan DI/TII – Kepanjangan, Dampak Dan UpayanyaKali ini saya akan berbagi materi tentang Sejarah Pemberontakan DI/TII di berbagai wilayah di Indonesia. Materi kali ini merupakan materi sejarah yang yang sangat penting yaitu  pemberontakan DI/TII atau Pemberontakan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia ini terjadi diberbagai wilayah di Indonesia. Maka lebihnya jelas mengenai apa yang terjadi pada peristiwa ini nanti akan saya berikan kronologis atau peristiwa terjadinya pemberontakan DI/TII diberbagai tempat di Indonesia.

kronologi-pemberontakan-di-tii


Kronologi Pemberontakan Di/TII

Kronologi DI/TII atau juga disebut Negara Islam Indonesia pertama kali diproklamasikan oleh Kartosuwiryo. Yang kemudian daerah lain di Indonesia mulai menyatakan diri bergabung dengan DI/TII Jawa Barat. DI/TII sendiri merupakan suatu pemberontakan terbesar di Indonesia. Dan mulai  muncul diberbagai daerah dan mendukung terhadap tindakan Kartosuwiryo yang mendirikan negara berdasarkan Islam. Diatantara nya daerah yang mulai bergabung adalah Aceh, Jawa Tengah, Kalimantan Selatan dan Sulawesi Selatan.


Dan saat itu pemerintah Indonesia yang baru merdeka, selain itu juga  harus menghadapi Belanda yang datang ingin menjajah kembali Indonesia juga harus menghadapi pergolakan internal melawan tentara DI/TII. Cara yang ditempuh beraneka ragam, dari awalnya diplomasi dan kemudian mengirimkan misi militer. Oleh karena itu untuk menjaga integrasi bangsa. Sehingga berbagai cara yang dilakukan dalam rangka menumpas gerakan DI/TII.


Artikel Lainnya : Hancurnya Kerajaan Di Indonesia Serta Faktor Kelemahannya


Karena DI/TII memiliki tujuan untuk menjadikan Republik Indonesia sebagai sebuah Negara yang menerapkan dasar Agama Islam sebagai dasar Negara. Dan dalam proklamasinya tertulis bahwa “Hukum yang berlaku di Negara Islam Indonesia adalah Hukum Islam” atau lebih jelasnya lagi, di dalam undang-undang tertulis bahwa “Negara Berdasarkan Islam” dan “Hukum tertinggi adalah Al Qur’an dan Hadist”. Proklamasi Negara Islam Indonesia (NII) menyatakan dengan tegas bahwa kewajiban Negara untuk membuat undang-undang berdasarkan syari’at Islam, dan menolak keras terhadap ideologi selain Al Qur’an dan Hadist, atau yang sering mereka sebut dengan hukum kafir.

Baca Juga :  Peninggalan Kerajaan Kutai

Dan dalam perkembangannya, Negara Islam Indonesia ini menyebar sampai ke beberapa wilayah yang berada di Negara Indonesia terutama Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Selatan, Aceh, dan Sulawesi Selatan. Tapi setelah Sekarmadji ditangkap oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan dieksekusi pada tahun 1962, gerakan Darul Islam tersebut menjadi terpecah. Akan tetapi, meskipun dianggap sebagai gerakan ilegal oleh Negara Indonesia, pemberontakan DI/TII (Darul Islam/Tentara Islam Indonesia) ini masih berjalan meskipun dengan secara diam-diam di Jawa Barat, Indonesia. Dan pada Tanggal 7 Agustus 1949, di sebuah desa yang terletak di kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.


Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo mengumumkan bahwa Negara Islam Indonesia telah berdiri di Negara Indonesia, dengan gerakannya yang disebut dengan DI (Darul Islam) dan para tentaranya diberi julukan dengan sebutan TII (Tentara Islam Indonesia). Gerakan DI/NII ini dibentuk pada saat provinsi Jawa Barat ditinggalkan oleh Pasukan Siliwangi yang sedang berhijrah ke Jawa Tengah dan Yogyakarta dalam rangka melaksanakan perundingan Renville. Dan saat pasukan Siliwangi tersebut berhijrah, kelompok DI/TII ini dengan leluasa melakukan gerakannya dengan merusak dan membakar rumah penduduk, membongkar jalan kereta api, serta menyiksa dan merampas harta benda yang dimiliki oleh penduduk di daerah tersebut. Namun, setelah pasukan Siliwangi menjadwalkan untuk kembali ke Jawa Barat, kelompok DI/TII tersebut harus berhadapan dengan pasukan Siliwangi.


Kepanjangan DI/TII

Kepanjangan dari DI/TII) yaitu  DI (Darul Islam) dan para tentaranya diberi julukan dengan sebutan TII (Tentara Islam Indonesia).gerakan DI/TII ini disebut juga dengan Negara Islam Indonesia pertama kali diproklamasikan oleh Kartosuwiryo. Yang kemudian daerah lain di Indonesia mulai menyatakan diri bergabung dengan DI/TII Jawa Barat. DI/TII sendiri merupakan suatu pemberontakan terbesar di Indonesia. Dan mulai  muncul diberbagai daerah dan mendukung terhadap tindakan Kartosuwiryo yang mendirikan negara berdasarkan Islam. Diatantara nya daerah yang mulai bergabung adalah Aceh, Jawa Tengah, Kalimantan Selatan dan Sulawesi Selatan.


Artikel Lainnya : [Lengkap] Peradaban Hindu Budha Di Indonesia Dan Peninggalannya


Dampak Pemberontakan DII/TII

Gerakan dari DI/TII ini juga mempunyai dampak bagi pemerintah indonesia yaitu  pada  kehidupan masyarakat Maros terutama di daerah operasi, sangat merasakan dampak kehadiran DI / TII . Karena gerombolan DI / TII sering melakukan perampokkan, penculikan, dan pembakaran rumah-rumah masyarakat Maros.dan pemberontakan DI / TII di Indonesia,yang memiliki latar Belakang, Penyebab, dan Tujuan yaitu untuk menjadikan Indonesia sebagai Negara Islam Indonesia (NII),

Baca Juga :  Peristiwa 18 Agustus 1945

Tentara Islam Indonesia ( TII ) atau biasa disebut dengan DI (Darul Islam) adalah sebuah gerakan politik yang didirikan pada tanggal 7 Agustus 1949 (12 syawal 1368 Hijriah) oleh Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo di sebuah desa yang berada di kota Tasikmalaya, Jawa Barat.Dampak dari pemberontakan DI / TII telah menimbulkan keresahan bagi masyarakat. Karena aksi penculikan terutama dialamatkan pada tokoh masyarakat yang berpengaruh di suatu kampung dengan harapan menjadi kaki tangan DI / TII dalam gerakan tersebut.– Pemmeritah juga melakukan upaya untuk  melalui Tentara Indonesia untuk menumpas segala jenis pemberontakan yang berhubungan dengan Darul Islam.


Upaya Penumpasan Pemberontakan DI/TII

Setelah banyak pemberontakan Pada akhirnya pemerintah RI berupaya menyelesaikan pemberontakan dengan cara damai dengan membentuk komite yang dipimpin oleh Moh. Natsir, namun gagal. Maka dilakukan operasi militer yang dinamakan Operasi Bharatayudha. Dan akhirnyaKartosuwiryo tertangkap di Gunung Salak Majalaya pada tanggal 4 Juni 1962 melalui operasi Bharatayudha dengan taktik Pagar Betis yang dilakukan oleh TNI dengan rakyat.Dan Pagar Betis merupakan pelibatan masyarakat dalam mempersempit gerakan DI/TII.Pada saat itu pemberontakan ini  awalnya sulit untuk dipadamkan dikarenakan beberapa faktor yaitu:

  1. Karena adanya semangat untuk jihad,
  2. Daerah yang mendukung untuk bergerilya, fokus tentara Indonesia terpecah untuk menghadapi Belanda, sebagian rakyat bersimpati terhadap perjuangan Kartosuwiryo. Namun pada akhirnya Kartosuwiryo ditangkap dan kemudian dijatuhi hukuman mati.

Penumpasan DI/TII Jawa Tengah

ini dilakukan dibeberapa daerah yaitu Jawa Tengah. Penumpasan DI/TII Jawa Tengah yang dipimpin oleh Amir Fatah tidak terlalu lama. Karena kurangnya dukungan dari penduduk membuat perlawanannya cepat berakhir.dan penyelesaian pemberontakan DI/TII di Jawa Tengah dilakukan dengan membentuk pasukan khusus yang diberi nama Banteng Raiders. Dalam operasi penumpasannya ini diberi nama Operasi Gerakan Benteng Negara di bawah pimpinan Letkol Sarbini, kemudian dipimpin oleh Letkol M. Bachrun dan selanjutnya dipimpin oleh Letkol Ahmad Yani.

Baca Juga :  Kerajaan Singasari : Peninggalan, Masa Kejayaan, Runtuhnya Dan Awal Berdirinya

Artikel Lainnya : Kerajaan Singasari : Peninggalan, Masa Kejayaan, Runtuhnya Dan Awal Berdirinya


Penumpasan DI/TII Sulsel

Dan penumpasan terjadi di Sulsel juga Untuk mengataasi pemberontakan Kahar Muzakar, pemerintah melancarkan operasi militer dengan mengirimkan pasukan dari Devisi Siliwangi. Pemberontakan Kahar Muzakar cukup sulit untuk ditumpas, mengingat pasukan Kahar Muzakar sangat mengenal medan pertempuran. Akhirnya pada bulan februari 1965 Kahar Muzakar tewas dalam sebuah pertempuran. Dan akhir nya Pembrontakan ini benar-benar dapat ditumpas pada Juli 1965.


Penumpasan DI/TII Aceh

Pemerintah juga berusaha  juga berusaha mengatasi pemberontakan DI/TII di Daud Beureuh dengan memberikan status daerah istimewa bagi Aceh dengan hak-hak otonomi yang luas. Dan atas inisiatif Kolonel yasin, maka diadakan Musyawarah Kerukunan Rakyat Aceh yang berlangsung pada tanggal 17-21 Desember 1962.  Dan akhirnya pemberontakan DI/TII di Aceh dapat diselesaikan dengan damai.


Penumpasan DI/TII Kalsel

Dan pada bulan Oktober 1950 terjadi juga sebuah pemberontakan Kesatuan Rakyat yang Tertindas (KRyT) yang di pimpin oleh seorang mantan letnan dua TNI bernama Ibnu Hajar.

Kemudian kelompok KRyT menyatakan bahwa dirinya adalah bagian dari organisasi DI/TII yang berada di Jawa Barat. Gerakan ini memiliki sasaran utama yang di serang oleh kelompok ini adalah pos-pos TNI yang berada di wilayah tersebut.


Setelah itu pemerintah memberi kesempatan untuk menghentikan pemberontakan secara baik-baik, akhirnya seorang mantan letnan Ibnu Hajar menyerahkan diri. Akan tetapi, penyerahan dirinya tersebut hanyalah sebuah topeng untuk merampas peralatan TNI, dan setelah peralatan tersebut di rampas olehnya, maka Ibnu Hajar pun melarikan diri dan kembali bersekutu dengan kelompok DI/TII. Dan akhirnya pemerintahan RI mengadakan Gerakan Operasi Militer (GOM) yang di kirim ke Kalimantan selatan untuk menumpas pemberontakan yang terjadi di Kalimantan Selatan tersebut, dan pada tahun 1959, Ibnu Hajar berhasil di ringkus dan di jatuhi hukuman mati pada tanggal 22 Maret 1965.


Artikel Lainnya :  [Lengkap] Kerajaan Islam Di Indonesia Dan Peninggalannya


Demikian Penjelasan Artikel Diatas Tentang Kronologi Pemberontakan DI/TII – Kepanjangan, Dampak Dan Upayanya Semoga Dapat Bermanfaat Bagi Pembaca PelajaranIps.Co.Id