Peristiwa Rengasdengklok

Diposting pada

Kronologi Peristiwa Rengasdengklok

Peristiwa Rengasdengklok – Latar Belakang, Tujuan Dan TokohnyaPelajaranIPS.Co.Id– Pada masa perang kedua dikawasan di Asia Pasifik yang disebut juga dengan perang Asia Timur Raya berakhir dengan bertekuk lutut. Tetapi pada saat itu jepang merahasiankan kekalahan jepang dari sekutu, itu terbukti ketika jepang mengadakan pertemuan dengan serangkai pemimpin Indonesia yaitu Soekarno, Hatta, dan Radjiman di “Dalath”Saigon.


Hal itu dilakukan agar bangsa Indonesia beranggapan bahwa jepang tetap unggul melawan sekutu. Tetapi disisi lain pada tanggal 14 Agustus 1945, Kaisar Hiro Hito mengumumkan bahwa Jepang telah menyerah tanpa syarat kepada sekutu setelah jatuh nya Bomdikota Hiroshima dan Nagasaki oleh Amerika Serikat.

Peristiwa Rengasdengklok


Dari berita kekalahan tersebut Jepang dengan cepat didengar oleh bangsa Indonesia, terutama oleh para pemuda yang bekerja di kantor berita Jepang, Domei Akhirnya para pemuda yang telah mengetahui info tersebut mendesak Soekarno dan Hatta untuk segera memproklamirkan kemerdekaan Indonesia tanpa bentukan Jepang.


Akan tetapi, Soekarno dan Hatta ingin mendapat kepastian terlebih dahulu apakah benar Jepang benar-benar telah menyerah. Soekarno dan Hatta masih memiliki keinginan untuk membicarakan segala sesuatu mengenai pelaksanaan proklamasi dalam rapat PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia).

Baca Artikel Lainnya : Peninggalan Kerajaan Demak


Tokoh-tokoh dalam Peristiwa Rengasdengklok

Tokoh-tokoh dalam Peristiwa Rengasdengklok

Pada masa menjelangnya proklamasi kemerdekaan terdapat empat golongan pemuda revolusioner yaitu:

  1. Golongan Sukarni,Kusnaeni,Abdul Muluk,Adam Malik,Armuanto Pandu Wiguna,M Nitimihihajo,Syahrudin.
  2. Golongan Syahrir : Sudarsono,Sugra,Hamdani,Kartamuhari.
  3. Golongan Pelajar: Khairul Saleh,Djohan Nur,Darwis Kusnandar,Subadio,E.A Ratulangi,
  4. Golongan Kaigun : Mr.Subarjo,Sudiro,Wikana,Joyopronoto.

Dari adanya perbedaan pandangan antara empat golongan muda dengan Soekarno-Hatta membuat mereka para golongan muda untuk menculik mereka berdua. Dan akhirnya Soekarno-Hatta diculik dan dibawa ke rengasdengklok.Sehingga keputusan untuk menculik kedua tokoh tersebut diambil dalam rapat tanggal 16 Agustus 1945 dini hari yang dihadiri oleh Sukarni, Jusuf Kunto, dr, Mawardi dari barisan Pelopor dan Shudanco Singgih dari Daidan PETA Jakarta Syu. Tugas dalam penculikan diberikan kepada Singgih.

Baca Juga :  Sejarah Kerajaan Samudra Pasai (Peninggalan, Sumber, Politik & Kejayaan)

Dalam penculikan suekarno-hatta, Singgih dibantu oleh Cudanco Latief Hendriningrat berupa perlengkapan militer. Lalu Soekarno –Hatta dijemput oleh sekelompok pemuda dan kemudian dibawa ke Rengasdengklok karena daerah tersebut dianggap paling aman untuk membawa soekarno-hatta. Akhirnya para kelompok pemuda mendesak Sokarno-Hatta untuk segera memproklamirkan kemerdekaan Indonesia tanpa adanya keterkaitan dengan Jepang.

Baca Artikel Lainnya : Peninggalan Kerajaan Majapahit


Negosiasi dan Kesepakatan Peristiwa Rengasdengklok

Menghilangnya Soekarno di Jakarta tercium oleh Ahmad Soebardjo sehingga dia mencari informasi letak keberadaan Soekarno. Setelah mengetahui bahwa Soekarno diculik oleh golongan pemuda, lalu ia mencoba untuk menyelesaikan permasalahan yang ada. Dan akhirnya tercapai kesepakatan antara Ahmad Soebardjo yang mewakili dari kalangan tua dan Wikana dari kalangan pemuda bahwa proklamasi kemerdekaan harus diadakan di Jakarta.


Tetapi sebagai syarat dan jaminannya, Soebardjo meminta para pemuda agar segera memulangkan Soekarno-Hatta ke Jakarta dan Ahmad Soebardjo menjanjikan kepada mereka bahwa proklamasi akan dengan cepat untuk dikumandangkan tanpa keterlibatan Jepang. lalu Jusuf Kunto dan Soebardjo dengan didampingi Sudiro berangkat ke Rengasdengklok untuk menjemput Soekarno-Hatta.


Proses Persiapan Proklamasi Kemerdekaan

Akhirnya datang rombongan Soekarno-Hatta kembali dari Rengasdengklok ke Jakarta pada tanggala 16 Agustus 1945 sekitar pukul 23.00 WIB.Kemudian, kedua tokoh tersebut, didampingi oleh Laksamana Maeda menemui Somubuco Mayor Jenderal Nishimura untuk mengetahui sikap Jepang tentang proklamasi kemerdekaan Indonesia.


Dalam pertemuannya itu tidak adanya kata sepakat antara Soekarno-Hatta dan Nishimura. Sehingga Soekarno-Hatta menekankan bahwa Marsekal Terauchi telah mneyerahkan sepenuhnya pelaksanaan kemerdekaan kepada PPKI.Akan tetapi Nishimura mengatakan bahwa setelah menyerahnya Jepang dari sekutu, mereka mendapatkan perintah untuk menjaga status quo dari Indonesia, agar proklamasi kemerdekaan Indonesia tidak boleh dilakukan.

Baca Juga :  Sejarah Kerajaan Malaka, Peninggalan, Kehidupan, Kebudayaan, Kejayaan & Kemundurannya

Dari pertemuan itu, akhirnya mereka merasa yakin bahwa tidak ada gunannya lagi untuk membicarakan masalah kemerdekaan ini dengan pihak Jepang. Sehingga, mereka memutuskan untuk kembali ke rumah Laksamana Maeda yang dinilai relatif lebih aman dari campur tangan angkatan bersenjata Jepang pada saat itu.


Karena kedudukan Laksamana Maeda sebagai kepala kantor penghubung angkatan laut di daerah kekuasaan angkatan darat harus dihormati. Kemudian Tidak lama mereka tiba dirumah Maeda , anggota PPKI dan tokoh-tokoh pemuda mendatangi rumah Laksamana Maeda. Kemudian Soekarno dan Hatta dengan ditemani Ahmad Soebardjo menuju ruang makan untuk merumuskan naskah proklamasi.

Baca Artikel Lainnnya : Pengaruh Hindu Budha Di Indonesia Dalam Berbagai Bidang


Kejadian Sebelum Detik-Detik Proklamasi Indonesia Dikumandangkan

Setelah rumusan teks proklamasi selesai dibuat, lalu Soekarno memberikan saran agar semua orang yang hadir pada saat itu bersama-sama menandatangani naskah tersebut selaku wakil-wakil bangsa Indonesia. Tetapi saran itu diperkuat oleh Moh. Hatta dengan mengambil contoh Declaration of Indepence Amerika Serikat.


Namun usul itu ditentang oleh para kelompok pemuda. Karena mereka tidak setuju jika naskah itu ditandatangani oleh tokoh-tokoh tua yang dianggap sebagai “budak-budak Jepang”. Sehingga hal ini memunculkan ketegangan.kemudian sukarni mengusulkan agar naskah itu ditandatangani oleh Soekarno-Hatta saja selaku wakil bangsa Indonesia.kemudian usul itu secara aklamsi disetujui oleh semua yang hadir pada saat itu.


Lalu setelah itu, Soekarno menyerahkan konsep naskah proklamasi kepada Sayuti Melik untuk diketik. Dan akhirnya naskah itu ditandatangani oleh Soekarno-Hatta.Setelah naskah proklamasi sudah siap untuk dibacakan, kemudian dirundingkan kembali, bagaimana cara naskah tersebut disebarluaskan agar semua bangsa mengetahui. Akhirnya Sukarni mengusulkan Lapangan Ikada (Ikatan Atletik Djakarta) untuk digunakan mengumpulkan masyarakat Jakarta untuk mendengarkan saat pembacaan proklamasi.

Baca Juga :  Peninggalan Kerajaan Demak

Namun saat itu juga, kondisi Lapangan Ikada dikhawatirkan cukup rawan dan akan menimbulkan bentrokan dengan pihak Jepang. Oleh karena itu Soekarno mengusulkan supaya saat pembacaan naskah proklamasi diselenggarakan di rumahnya, yaitu dijalan Pegangsaan Timur No. 56. Kemudian usul itu disetujui dan pertemuan oleh semua yang hadir pada saat itu.


Lalu mereka semua meninggalkan rumah Laksamana Maeda pukul 04.30. Namun sebelum pulang, Moh. Hatta berpesan kepada para pemuda yang bekerja di Domei, terutama B.M. Diah, supaya memperbanyak naskah proklamasi dan menyebarkannya ke seluruh dunia agar cepat didengar bahwa indonesia telah merdeka. Tetapi pada saat itu Para pemuda tidak langsung pulang ke rumah masing-masing.


Mereka berkumpul untuk membagi tugas dalam kelompok untuk menyelenggarakan dalam pengamanan pembacaan naskah proklamasi.Dari salah satu kelompok dibawah pimpinan Sukarni mengadakan rapat rahasia membicarakan bagaimana caranya untuk menyiarkan berita proklamasi dan pengerahan masa unutk mendengarkan pembacaan teks proklamasi.

Baca Artikel Lainnya : [Lengkap] Kebudayaan Hindu Budha Di Indonesia Dan Pengaruhnya


Pembacaan Teks Proklamasi

Pembacaan Teks Proklamasi

Akhirnya pada pagi hari tanggal 17 Agustus 1945, para pemuda banyak yang datang menuju ke Lapangan Ikada. Mereka mengira bahwa teks proklamasi akan dibacakan disana. Lalu pihak Jepang yang mengetahui kedatangan para pemuda itu kemudian berusaha untuk menghalang-halangi.


Namun setelah mendapatdari beberapa pemuda yang mengetahui tentang pembacaan teks proklamasi, mereka semua pun menuju ke Jalan Pegangsaan Timur. Dan Akhirnya, pada hari Jumat tanggal 17 Agustus 1945 pukul 10.00 WIB, dihadapan massa yang menghadiri acara, Soekarno didampingi Hatta membacakan teks proklamasi Kemerdekaan Indonesia.


Sekian penjelasan artikel tentang Peristiwa Rengasdengklok – Latar Belakang, Tujuan Dan Tokohnya semoga bermanfaat bagi pembaca PelajaranIps.Co.Id