Protista

Diposting pada

Protista – PelajaranIPS.Co.Id – Protista dikelompokan menjadi tiga kelompok, yakni, Protista mirip jamur, Protista mirip tumbuhan, dan Protista mirip hewan (protozoa).

Protista

  • Pengertian Protista

Pengertian Protista

Protista adalah yang anggotaanya sangat beragam mencakup semua makhluk hidup eukariotik (intinya mempunyai selaput / membran inti).

Yang sebagian besar bersel satu (uniseluler) sampai bersel banyak (multiseluler) yang sederhana / belum ada diferensiasi sel.

  • Ciri – Ciri Protista

    1. Eukariotik, sudah memiliki membran inti.
    2. Ada yang cuma satu sel (uniseluler) dan ada yang banyak sel (multiseluler).
    3. Hidup bebas koloni/soliter dan simbiosis.
    4. Beberapa meiliki alat gerak sederhana.
    5. Ada yang punya pigmen warna (alga).
    6. Ada yang autotrof (memproduksi makanan sendiri) ada juga yang heterotrof dengan menyerap atau menelan makanan.
    7. Belum memiliki sistem jaringan yang jelas.

Berdasarkan cara memperoleh makanan, protista dikelompokkan atas:

    • Protista autototrof

Protista autototrof, yaitu protista yang mempunyai klorofil sehingga dapat membuat makanan sendiri melalui fotosintesis. Fotosintesis adalah proses pembentukan senyawa organik dari senyawa anorganik menggunakan energi cahaya. Contohnya : Alga/alga.

    • Protista heterotrof

Protista heterotrof, yaitu protista yang tidak dapat membuat makanan sendiri sehingga memerlukan makanan organik dari lingkungannya. dengan cara:

Fagositosis, yaitu proses memakan makhluk hidup lain (misal : bakteri) dengan cara memasukkan makhluk hidup yang dimakan tersebut ke dalam sel. Contohnya: Protozoa.

Protista saprofit dan parasit, saprofit artinya mencerna makanan organik di luar sel dari sisa – sisa makhluk hidup yang telah mati dan parasit artinya menyerap sari – sari makanan dari makhluk hidup inangnya. Contoh: jamur.

    • Klasifikasi Alga

Para ahli mengklasifikasikan alga berdasarkan pigmen warna yang dominan, komponen penyusun dinding sel, bentuk cadangan makanan, jumlah dan posisi flagelum. Berdasarkan kriteria tersebut didapatkan enam kelompok besar alga yaitu:

  1. Euglenophyta
  2. Alga Hijau (Chlorophyta)
  3. Alga Keemasan (Chrysophyta)
  4. Alga Api (Pyrophyta)
  5. Alga Merah (Rhodophyta)
  6. Alga Cokelat (Phaeophyta)
    • Manfaat Alga

Manfaat protista menyerupai tumbuhan ini cukup banyak bagi kehidupan manusia. Alga punya nilai ekonomis yang cukup tinggi. Hingga saat ini alga telah banyak dimanfaatkan untuk berbagai hal diantaranya:

Baca Juga :  Subkelas Pterygota

Alga jenis Ulva, Caulerpa, dan Enteromorpha telah banyak digunakan sebagai bahan makanan pengganti sayuran

Laminaria digitalis dimanfaatkan sebagai obat gondok karena mampu menghasilkan senyawa iodium.

Alga cokelat banyak digunakan sebagai pupuk alami karena banyak mengandung kalium yang diperlukan tanaman.

Diatom (ganggan keemasan) sisa-sisa dari cangkangnya dapat membentuk tanah diatom yang bisa dimanfaatkan sebagai bahan peledak, campuaran semen, bagah gosok, dan isolasi.

Alga merah seperti Eucheuma dan gelidium banyk digunakan dalam industri pembuatan gelatin untuk bahan agar-agar.

  • Protista Mirip Hewan

Protista Mirip Hewan

Sekitar 65 ribu jenis protista yang menyerupai hewan atau lebih dikenal dengan istilah protozoa.

Protista yang menerupai hewan karena uniseluler, heterotrofik, dan merupakan cikal bakal hewan yang lebih kompleks.

Protozoa yang sudah teridentifikasi berjumlah lebih dari 60 ribu jenis spesies.

Jenis Protozoa yang sangat beragam tersebut dapat dibedakan menjadi empat kelas berdasarkan alat geraknya, yaitu Rhizopoda, Ciliata, Flagellata, dan Sporozoa.

    • Rhizopoda

Bergerak dengan penjuluran sitoplasma selnya yang membentuk pseudopodia (kaki semu).

Bentuk pseudopodia sangat bergam, ada yang tebal membulat dan ada yang tipis meruncing. Pseudopodia berfungsi sebagai alat gerak dan memangsa makanan.

Hewan ini ada yang bercangkang, contohnya Globigerina dan ada yang telanjang, contohnya Amoeba proteu. Rhizopoda berkembang biak secara aseksual dengan pembelahan biner.

Pada kondis lingkungan yang tidak menguntungkan, misalnya kekeringan, Rhizopoda tertentu dapat beradaptasi untuk mempertahankan hidupnya dengan membentuk kista.

Rhizopoda umumnya hidup bebas di tanah yang lembab dan lingkungan berair, baik di darat maupun di laut. Rhizopoda bersifat heterotrof dengan memangsa alga uniseluler, bakteri, atau protozoa lainnya.

    • Ciliata (Ciliophora)

Bergerak dengan menggunakan silia (rambut getar). Selain berfungsi untuk bergerak silia juga merupakan alat Bantu untuk makan. Silia membantu pergerakan makanan ke sitostoma.

Baca Juga :  Virus

Makanan yang terkumpul di sitostoma akan dilanjutkan ke dalam sitofaring (kerongkongan sel). Apabila telah penuh, makanan akan masuk ke sitoplasma dengan membentuk vakuola makanan.

Sel CIliata memiliki cirri khusus lain, yaitu memiliki dua inti, yaitu makronukleus dan mikronukleus.

Ciliata hidup bebas di lingkungan berair, baik air tawar maupun laut, Ciliata juga hidup di dalam tubuh hewan lain secara simbiosis maupun parasit.

Ciliata melakukan reproduksi secara aseksual dan seksual. Reproduksi aseksual, yaitu dengan pembelahan biner membujur (transversal). Reproduksi seksual dilakukan dengan konjungasi.

    • Flagellata (Mastigophora)

Flagellata

bergerak dengan menggunakan bulu cambuk atau flagellum. Sebagian besar Flagellata memiliki dua flagellum ada yang di bagian belakang sel (posterior) sehingga saat bergerak seperti mendorong sel.

Letak flagellum juga ada yang di bagian depan sel (anterior) sehingga saat bergerak seperti menarik sel.

Flagellata berkembeng biak secara aseksual dengan pembelahan biner membujur, misalnya pada Trypanosoma.

Flagellata ada yang hidup bebas di lingkungan berair, baik air tawar maupun laut, hidup bersimbiosis, atau parasit dalam tubuh hewan.

    • Sporozoa (Apicomplexa)

Sporozoa tidak meiliki alat gerak, seluruh jenis Sporozoa hidup sebagai parasit pada hewan atau manusia. Sporozoa melakukan reproduksi secara aseksual dan seksual.

Pergiliran reproduksi aseksual dan seksualnya kompleks, dengan beberapa perubahan bentuk serta membutuhkan dua atau lebih inang. Reproduksi aseksual dilakukan dengan cara pembelahan biner.

Reproduksi seksual dilakukan dengan pembentukan gamet dan dilanjutkan dengan penyatuan gamet jantan dan betina.

Demikian penjelasan artikel diatas tentang Protista – Pengertian, Ciri – Ciri, dan Protista Mirip Hewan semoga dapat bermanfaat bagi pembaca setia PelajaranIPS.Co.Id

Baca Juga :  Klasifikasi dan Tata Nama Binomial Nomenclature