Tumbuhan Berbiji (Spermatophyta)

Diposting pada

Tumbuhan Berbiji (Spermatophyta) – PelajaranIPS.Co.Id – Dibandingkan dengan lumut dan tumbuhan paku, tumbuhan berbiji (Spermatophyta) merupakan tumbuhan yang paling maju.

Ciri utama Spermatophyta adalah menghasilkan biji sebagai alat reproduksi generatif. Ciri inilah yang tidak ditemukan pada lumut maupun tumbuhan paku.

Kelengkapan organnya sekilas Spermatophyta setingkat dengan Pteridophyta karena keduanya sudah memiliki akar, batang, daun yang sebenarnya.

Spermatophyta disebut juga Anthophyta, yang artinya tumbuhan berbunga.

Tumbuhan Berbiji (Spermatophyta)

Dalam klasifikasi divisio Spermatophyta dikelompokkan menjadi dus subdivisio, yakni subdivisio Gymnospermae (tumbuhan berbiji terbuka) dan Angiospermae (tumbuhan berbiji tertutup).

Keduanya berbeda dalam hal letak bakal biji terhadap megasporofil.

Pada Gymnospermae bakal biji terletak pada bagian luar megasporofil, sedangkan pada Angiospermae bakal biji berada di dalam struktur yang tertutup, di dalam daun buah yang disebut karpela.

  • Gymnospermae

Kelas Cycadinae

Tumbuhan yang tergolong dalam Gymnospermae biasanya berupa pohon, menunjukkan adanya pertumbuhan menebal sekunder karena adanya kambium.

Pada bagian xylem tidak terdapat pembuluh kayu, hanya trakeid, dan bagian floem tidak mengandung sel pengiring.

Batang tumbuhan Gymnosperame juga tanpa floeterma, kecuali pada Gnetum gnemon. Bentuk daunnya juga bermacam – macam, seperti jarum dan pipih lebar. Gymnospermae berakar tunggang.

Bunga yang sebenarnya belum ada, namun memiliki struktur penghasil sel kelamin berupa mikrosporofil dan makrosporofil yang terkumpul dalam strobilus (runjung).

Selanjutnya Gymnospermae dapat diklasifikasikan menjadi empat kelas seperti uraian berikut.

    • Kelas Cycadinae

Tumbuhan dalam kelas ini bentuknya mirip pohon palem, berbatang pendek, kaku, tidak bercabang.

Daun – daun tersusun dalam spiral rapat sekeliling batang, daun yang masih muda menggulung. Alat perkembangbiakan terdapat dalam runjung yang berkembang dari kuncup lateral batang.

Baca Juga :  Tumbuhan Biji

Runjung jantan biasanya lebih kurus dan panjang daripada runjung betina.

Runjung jantan merupakan kumpulan dari banyak mikrosporofil, dan runjung betina merupakan kumpulan dari banyak megasporofil.

Contoh: Cycas rumphii (pakis haji). Gymnospermae tidak memiliki jaringan yang menyelubungi biji yang berasal dari bakal buah.

    • Kelas Coniferinae / Coniferae

Tumbuhan yang tergolong dalam kelas ini habitusnya berupa semak, perdu, atau pohon dengan tajuk berbentuk kerucut / konus.

Kebanyakan memiliki daun berbentuk jarum. Pada bagian pucuk tangkai terdapat badan penghasil sel kelamin yang dinamakan strobilus.

Ada yang berumah satu (strobilus jantan dan strobilus betina dalam satu pohon), ada yang berumah dua (strobilus jantan dan strobilus betina dihasilkan oleh pohon yang berbeda).

Strobilus jantan merupakan kumpulan mikrosporofil penghasil mikrospora. Sedangkan strobilus betina merupakan kumpulan megasporofil penghasil megaspora.

Contoh: Araucaria cunninghamii, Agathis alba (damar), Pinus merkusii, Pinus silvestris (tusam).

    • Kelas Ginkgoinae

Tumbuhan dalam kelas ini berupa pohon dengan tunas yang panjang dan pendek, daun bertangkai panjang berbentuk kipas dengan tulang daun bercabang menggarpu.

Kelas Ginkgoinae

Ginkoinae merupakan tumbuhan meranggas yang menggugurkan daunnya pada musim gugur.

Ginkoinae berumah dua, rangkaian sporofil terdapat pada tunas pendek dalam ketiak daun. Strobilus jantan terpisah – pisah dalam ketiak sisik – sisik pada tunas pendek.

Contohnya: Ginko biloba, berasal dari daratan Tiongkok dan menyebar ke mana – mana melalui Jepang.

    • Kelas Gnetinae

Habitus berupa pohon, berkayu, dan bercabang- cabang yang tumbuh transversal. Daunnya tunggal dan letaknya berhadapan.

Bunganya majemuk, berkelamin tunggal, terdapat dalam ketiak daun pelindung yang besar, memiliki tenda bunga.

Bunga betina memiliki bakal biji yang tegak (atrop). Contoh: Gnetum gnemon (melinjo).

  • Angiospermae

Ciri – ciri Angiospermae adalah tumbuhan berbiji tertutup (Angiospermae) di mana bakal bijinya selalu diselubungi oleh suatu badan yang berasal dari daun – daun buah yang dinamakan bakal buah.

Baca Juga :  Kingdom Plantae

Kelas Gnetinae

Bakal buah bersama dengan bagian – bagian lain dari bunga akan membentuk buah dengan biji di dalamnya.

Bakal buah (ovarium) terdapat di dasar putik, di dalamnya mengandung bakal biji (ovulum).

Setelah serbuk sari jatuh di kepala putik, terbentuklah buluh serbuk sari. Kemudian generatif akan membuahi sel telur membentuk zigot.

Akhirnya di dalam biji mengandung calon individu baru beserta endosperm yang akan melanjutkan generasi tumbuhan tetuanya.

Sebagian besar tumbuhan anggota Angiospermae batangnya berkayu. Ada beberapa tumbuhan dalam kelompok ini berupa herba dan berbatang basah.

Ada pula yang batangnya mengalami pertumbuhan sekunder karena berkambium, namun sebagian yang lain batang tidak mengalami pertumbuhan sekunder karena tidak berkambium.

Ciri ruas – ruas batang dan percabangan menunjukkan adanya keragaman ciri. Daunnya pun beragam bentuk, pertulangan daun dan ciri lainnya.

Keanekaragaman juga terlihat pada bunga, terutama jumlah bagian-bagian bunga, dalam hal ini kelopak, mahkota, benang sari dan putik.

Tumbuhan berbiji tertutup terdiri atas dua kelas, yaitu kelas Monocotyledonae dan Dicotyledonae.

Kedua kelas tersebut memiliki perbedaan ciri yang nyata, baik ciri morfologi maupun ciri anatomi.

Demikian penjelasan artikel diatas tentang 2 Tumbuhan Berbiji (Spermatophyta) – Gymnospermae dan Angiospermae semoga dapat bermanfaat bagi pembaca setia PelajaranIPS.Co.Id